Social Icons

Featured Posts

Selasa, 15 November 2016

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Oleh: HussamDueramae
Nim: 80100316031
A.    Karakteristik Penelitian Kuantitatif
Pendekatan  kuantitatif memandang tingkah  laku manusia dapat diramal dan  realitas social; objetif dan  dapat diukur.  Oleh karena  itu, penggunaan penelitian kuantitatif dengan instrument yang valid dan reliable serta analisis statistic yang sesuai dan tepat  menyebabkan hasil penelitian yang dicapai tidak menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya. Hal itu ditopang  oleh pemilihan masalah, identifikasi masalah pembatasan dan perumusan masalah yang akurat, serta dibarengi dengan penetapan populasi dan sampel yang benar.
B.    Jenis-jenis Penelitian Kuantitatif
1.     Penelitian Eksploratif
Penelitian eksploratif merupakan studi penjajakan, terutama sekali dalam pemantapan konsep yang akan digunakan dalam ruang lingkup penelitian yang lebih luas dengan jangkauan konseptual yang lebih besar.
2.     Penelitian Deskriptif kuantitatif
Berapa denganpenelitian eksploratif, penelitian deskriptif kuantitatif mencoba memberikan gambaran keadaan masa sekarang secara mendalam, sedangkan penelitian historis hanya tertuju untuk masa lampa Adapon penelitian eksploratif  merupakan studi  pendahuluan yang dapat digunakan sebagai informasi untuk penelitian deskriptif.
3.     Penelitian Korelasinal
Berapa dengan penelitian eksporatif atau deskriptif; penelitian korelasional merupakan  suatu  tipe penelitian  yang  melihat  hubungan antara satu atau beberapa ubahn dengan satu atau beberapa ubahan yang lain. Penelitian korelasional kadangkadang di  sebut  juga denagn “associational research”. Dalam associational research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba memengaruhi ubahan-ubahan tersebut.
4.     Penelitian Kausal Komparatif
Tipe penelitian  ini seperti  juga tipe  penelitian  yang lain bersifat expost-facto. Ini berarti  bahwa data  dikumpulkan setelah semua fenomena/kejadian  yang  diteliti berlangsung,  atau  tentang  hal-hal  yang telah terjadi sehingga tidak ada yang dikontrol.
5.     Penelitian Tindakan (Action Research)
Beebeda dengan penelitian kausal komparatif yang mencoba menentukan penyebab (cause) atau konsekuen (consequences) yang telah ada (already exist) di antara dua kelompok atau lebih, penelitian tindakan mencoba mengembangkan keterampilan baru, pendekatan baru, atau informasi  yang  berguna  bagi  penelitian dan  sekelompak  orang  yang menjadi taeget group penelitian.
6.     Penelitian Eksperriman
Penelitian eksperimen merupakan satu-satunya tipe penelitian yang lebih akurat/teliti dibandingkan dengan tipe penelitian yang lain, dalam menentukan relasi hubungan sebab akibat.

VARIABEL PENELITIAN

A. Penelitian Variabel
Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu, masalah merupakan titik pangkal suatu penelitian. Batasan dan perincian yang memadai dan terpaut rapat dengan kemampuan peneliti  akan mewujudkan  pemilihan  variable yang benar, dapat diukur (measured) dan/atau dimanipulasi. Variable pada hakikinya merupakan  konsep  yang  mempunyai  satu   nilai  disebut   dengan  “constant”. Kerlinger (1973) mennyatakan: “variable is a symbol to which numerals or values are assigned,”  sedangkan  bohnstedts  (1982)  menyatakan  pula  bahwa  variable adalah karateristik dari orang, objek, atau kejadian yang berbeda dalam nilai-nilai yang dijumpai pada orang, objek, atau kejadian itu.

HIPOTESIS

A.    Apakah yang dimaksud dengan hispotesis?
Apabila ditinjau  secara etimologi,  hipotesis  adalah perpaduan dua kata, hypo dan thesis. Hypo berarti kurang dari; thesis adalah pendapat atau tesis. Oleh karena itu, secara harfiah hipotesis dapat diartikan sebagai sesuatu pernyataan yang belum merupakan suatu tesis; suatu kesimpulan sementara; suatu pendapat   yang  belum final,  karena  masih   harus  dibuktikan   kebenarannya. Hipotesis adalah suatu dugaan sementara, suatu tesis sementara yang harus dibuktikan kebenarannya melalui penyelidikan ilmiah
B.    Kriteria penyusunan hispotesis
Hipotesis yang benar akan memberikan arah yang tepat dalam penelitian, sebaliknya penyusunan hipotesis yang tidak benar dapat menimbulkan “bias” pada hasil  penelitian.  Ada dua kesalahan yang sering ditemukan  dalam pembuktian suatu hipotesis dalam penelitian, yaitu:
a.        Kesalahan tipe pertama (type one error) adalah terterima hipotesis yang
sebenarnya harus ditolak; sedangkan
b.       Kesalahan tipe  dua (tupe  two  error) adalah menolak hipotesis  yang
seharusnya diterima.
C.    Jenis hispotesis
Dalam berbagai  literature   ilmiah  tentang   penelitian,  demikian  dalam laporan penelitian,   sering  dijumpai  aneka  ragam  perumusan  hipotesis  yang
disajikan  oleh  para  penulis  dan  peneliti.  Sebagai  contoh  bagi  para  pembaca, berikut ini disajikan beberapa hipotesis:
1.     Jika  tingkat  social  ekonomi  masyarakat  bertambah  baik,  maka  tingkatmortalitas akan bertambah rendah.
2.     Jika kualitas guru bertambah baik, maka prestasi belajar siswa bertambah tinggi.
3.     Jika lingkungan tidak bersih, maka wabah penyakit bertambah banyak.
POPULASI DAN SAMPEL

Populasi akan memberikan gambaran yang tepat tentang berbagai kejadian, namun   jumlah   yang   besar,   daerah   yang   luas,  variasi   yang   banyak;   akan membutuhan biaya banyak dan waktu yang lama. Di samping itu, populasi yang banyak dan luas dapat pula menimbulkan berbagai kesalahan (errors) pada saat pengumpulan data karena keletihan dan kelelahan. Di samping itu, kalau ditilik dari sifat populasi, dan risiko yang ditimbulkan populasi tertentu,  peneliti lebih baik mengumpulkan data dari sampel dari populasi. Suatu hal yang esensial dan perlu mendapat perhatian peneliti yaitu dengan menggunakan sampel, temuan penelitian tidaklah menyimpang dari hasil yang sebenarnya.
Populasi dan sampel dalam suatu  penelitian  mempunyai peranan sentral dan menentukan.  Kedua  istilah  itu  merupakan suatu  konsep  yang  mempunyai karakteristik  dan  sifat-sifat  tertentu.  Populasi  merupakan  keseluruhan  atribut; dapat  berupa  manusia,  objek,  atau  kejadian  yang  menjadi  focus  penelitian.
sedangkan,  sampel  adalah  sebagian  dari  objek,  manusia,  atau  kejadian
yang mewakili populasi.
Secara sederhana sampel dapat dikasifikasikan dalam dua bentuk, yaitu: a.   Sampel randon atau probability.
b.   Sampel non random atau non probability
Ke dalam kelompok sampel random, termasuk beberapa cara pengambilan sampel, seperti:
a.     Simple random sampling.
b.     Systematic random sampling.
c.     Cluster atau area random sampling. d.   Stratified random sampling.

e.   Proportional random sampling. f. Multistage random sampling.

Selasa, 08 November 2016

METODE PENELITIAN KUALITATIF 1

Oleh: Hussam Dueramae
Nim: 80100316031

A.    Pengertian, Karakteristrik, danTujuanPenelitianKualitatif
PengertianPenelitianKualitatif, Penelitian kualitatif merupakan suatu strategi inquiry yang menekankan pencarian makna, pengertian, konsep, karakteristik, gejala, symbol, maupun deskripsi tentang suatu fenomena; focus dan multimetode, bersifat alami dan holistic; mengutamakan kualitas, menggunakan beberapa cara, serta disajikan secara narratif. Tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menemukan jawaban terhadap suatu fenomena atau pertanyaan melalui aplikasi prosedur ilmiah secara sistematis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Cresswell (1994) menyatakan: Qualitative research is an inquiry of understanding based on distinct methodological traditions of inquiry that explore a social or human problem. The researcher builds a complex holistic picture, analyzes words, reports detailed views of informants, and conducts the study in a natural setting.
Karakteristik Penelitian Kulitatif, Data kualitatif ini mencakup antara lain:
1.     Deskripsi yang mendetail tentang situasi, kegitan, atau peristiwa maupun fenomena tertentu.
2.     Pendapat langsung dari orang-orang yang telah berpengalaman, pandangan nyasikapnyake percayaan serta jalan pikirannya.
3.     Cuplikan dari dokumen, dokumen laporan, arsip dan sejarahnya.
4.     Deskripsi yang mendetail tentang sikap dan tingkahlaku seseorang.
Beberapa ciri umum penelitian kulitatif sebagai berikut:
·       Menggunakan “naturals”
·       Penelitisebagai instrument penelitian.
·       Teknik yang sering digunakan peneliti dalam mengumpulkan data di lapangan yaitu pengamatan (observasi), interviu, dan analisis dokumen atau analisisisi/wacana.
·       Data kualitatif.
·       Sangatdeskriptif.
·       Proses danproduk.
·       Cenderung menganalisis data secara induktif.
·       Makna (meaning) adalah sesuatu yang esensial dalam penelitian kualitatif.
·       Mengutamakan perincian kontekstual.
·       Sebagian besar penelitian kualitatif menggunakan data langsung dari tangan pertama.
·       Melakukan triangulasi.
·       Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti.
·       Analisis data dilakukan sejak awal penelitian dan dilanjutkan sepanjang penelitian.
·       Dalam penelitian kualitatif, verifikasi perlu dilakukan.
·       Penelitian kualitatif dipengaruhi pandangan dan keunikan peneliti.
·       Peneliti memandang fenomena social secara holistic.
·       Rancangan bersifat umum dan fleksibel.
B.    Tipe dan Strategi penelitian
            Banyak tipe dan strategi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif, antara lain: case study research, historical research, grounded theory methodology, phenomenology, ethnomethodology, dan ethnography, namum kadang-kadang hanya memberi label dengan kualitatif, tetap imenggunakan teknik analisis yang berbeda seperti analisisisi (content analysis), analisis wacana, seperti dalam penelitian bahasa yang meneliti hasil karya (buku) seseorang, dan surat kabar yang meneliti tajuk rencana surat kabar.
C.   Masalah, Fokus, Teori, danSubjekPenelitian
Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, seperti telah diutarakan pada bagian terdahulu selalu diawali dengan masalah penelitian. Masalah tersebut wajar diteliti sesuai dengan jenis atau tipe penelitian yang digunakan. Masalah dalm penelitian dengan pendekatan kualitatif mudah berubah dan dapat diubah, apabila kenyataan dan kondisi lapangan menghendakinya. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa ada tiga kemungkinan yang akan terjadi berkenaan dengan masalah penelitian dalam penelitian kualitatif. Pertama, masalah yang dirumuskan sebelumnya terus dilanjutkan dalam penelitian lapangan sebgaimana adanya.
Teori dalam penelitian kualitatif, Kalau dalam penelitian kuantitatif, teori akan “menggiring dan mengarahkan” peneliti sampai akhir penelitiannya, dalam arti kata teori selalu diperhatikan dalam perumusan hipotesis, penyusunan kerangka berpikir, penyusunan instrument, penentuan populasi, dan sampel serta teknik analisis yang digunakan; sedangkan dalam penelitian dengan pendekatan kuatitatif tidak demikian halnya. Namun jangan pula dimaknai bahwa penelitian kualitatif tidak kaya dengan teori sesuai aspek yang ditelitinya.
Sumber informasi/subjek penelitian, Kedua bentuk penentuan sumber informasi dalam penelitian kualitatif itu akan dibicarakan pada uraian lebih lanjut.
1.     Purposive sampling, Berbeda dengan cara-cara penentuan sampel yang lain, penentuan sumber informasi secara purposive dilandasi tujuan atau pertimbangan tertentu terlebih dahulu.
2.     Snowball sampling, Snowball dapat diartikan sebagai bola atau gumpalan salju yang bergulir dari pencak gununges yang makin lama makin cepat dan bertambah banyak.



METODE PENELITIAN KUALITATIF


A.    Pengembangan Instrumen dan Teknik Pengumpulan data
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri sehingga peneliti harus “divalidasi”. Validasi terhadap peneliti, meliputi; pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian -baik secara akademik maupun logiknya. Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.
Peneliti sebagai instrumen atau alat penelitian karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.     peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian,
2.     peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus,
3.     tiap situasi merupakan keseluruhan artinya tidak ada suatu instrumen berupa test atau angket yng dapat menangkap keseluruhan situasi kecuali manusia,
4.     suatu situasi yang melibatkan interaksi manusia tidak dapat dipahami dengan pengetahuan semata dan untuk memahaminya, kita perlu sering merasakannya, menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita,
5.     peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengan segera untuk menentukan arah pengamatan, untuk mentest hipotesis yang timbul seketika,
6.     hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan untuk memperoleh penegasan, perubahan, perbaikan atau perlakuan.

Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah, misalnya; di lingkungan tertentu dengan berbagai responden, seminar, diskusi, dll. Bila dilihat dari sumber datanya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer (sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data) dan sumber sekunder (sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya; lewat orang lain atau lewat dokumen). Bila dilihat dari cara atau teknik pengumpulan data, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan gabungan keempatnya. 
Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada kondisi yang alamiah, sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta dan wawancara mendalam.
Berikut ini akan diuraikan beberapa teknik pengumpulan data; yaitu:
1.     Pengumpulan Data dengan Observasi
      Macam-Macam Observasi, Observasi menjadi observasi berpartisipasi, observasi yang secara terang-terangan, dan observasi tak berstruktur. Selanjutnya Spradley membagi observasi berpartisipasi menjadi empat, yaitu pasive participation, moderate participation, active participation, dan complete participation.
            Manfaat Observasi observasi adalah, Peneliti akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial dan dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh, peneliti akan memperoleh pengalaman langsung sehingga memungkinkan menggunakan pendekatan induktif dan tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya karena pendekatan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan, Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati oleh orang lain -khususnya orang yang berada dalam lingkungan itu- karena telah dianggap “biasa” sehingga tidak terungkap dalam wawancara, Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak akan pernah diungkap oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif, ingin ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.
2.     Pengumpulan Data dengan Wawancara
Wawancara adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu dan dengan wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang partisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi yang tidak mungkin bisa ditemukan melalui observasi. Penelitian kualitatif sering menggabungkan teknik observasi partisipatif dengan wawancara mendalam.
3.     Pengumpulan data dengan Kuisoner/Angket
Angket merupakan satu set pertanyaan yang berurusan dengan satu topik tunggal yang saling berkaitan, yang harus dijawab oleh subjek. Kuisoner ini digunakan untuk penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum (orang banyak), dengan cara mengedarkaan formulir daftar pentanyan, diajukan secara tertulis kepada subjek untuk mendapatkan jawaban (tanggapan,respons) tertulis seperlunya.
4.       Pengumpulan data secara dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat, dimana responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih kredibel/dapat dipercaya.
5.     Pengumpulan data dengan Focus Group Discution (FGD)
Focus Group Discution (FGD) adalah diskusi kelompok yang terarah pada  masalah yang diangkat peneliti. FGD ini bertujuan untuk berdialog bersama, bertatap muka dengan responden/subjek/informan peneliti guna menghasilkan informasi langsung dari berbagai sudut pandang. Ada beberapa hal yang harus diperhatiakan dalam FGD antara lain; (a) jumlah peserta FGD sekitar 5 hingga 10 orang, (b) peserta FGD harus memiliki sifat yang homogen dan memiliki karakteristik yang sama atau hampir sama, (c) perlunya dinamika kelompok, peneliti dapat membagi waktu dengan baik dalam FGD. Untuk waktu yang tepat melakukan FGD antara lain; (a) jika peneliti membutuhkan pemahaman yang lebih dari satu sudut pandang, (b) jika terjadi gap komunikasi antarkelompok,  (c) bila peneliti ingin mengungkapkan suatu fakta secara lebih detail dan lebih kaya, (d) bila peneliti membutuhkan verifikasi data yang ditemukan di lapangan.
B.    Validitas, Reliabilitas, dan Objectivitas dalam penelitian Kulitatif
Validitas, Validitas menunjukkan kesamaan, pengertian maupun penggunaan masing-masing peneliti yang berbeda dalam mengumpulkan data.” Sedangkan batasan validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti.” Jadi dari kedua pendapat itu jelas batasan validitas adalah berkenaan dengan derajat ketepatan, antara data obyek sebenarnya dengan data penelitian.
Reliabilitas, Reliabilitas adalah konsistensi skor, dan stabilitas data dari instrument penelitian atau reliabilitas berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan.”
Obyektivitas, Obyektivitas menunjukkan derajat kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu data.” Maksud dari pengertian ini didasarkan pada prosentase kebenaran data disampaikan oleh orang banyak.
C.    Teknik Analisis data Penelitian Kualitatif
Analisis data kualitatif terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dalam penelitian kualitatif, prinsip pokok teknik analisanya ialah mengolah dan menganalisa data-data yang terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur, terstruktur dan mempunyai makna. Prosedur analisa data kualitatif dibagi dalam 5 langkah, yaitu:
1.     Mengorganisasi data, Cara ini dilakukan dengan membaca berulangkali data yang ada sehingga peneliti dapat menemukan data yang sesuai dengan penelitiannya dan membuang data yang tidak sesuai
2.     Membuat kategori, menentukan tema dan pola, Langkah kedua ialah menentukan kategori yang merupakan proses cukup rumit karena peneliti harus mampu mengelompokkan data yang ada ke dalam suatu kategori dengan tema masing-masing sehingga pola keteraturan data menjadi terlihat secara jelas.
3.     Menguji hipotesa yang muncul denagan menggunakan data yang ada, Setelah proses pembuatan kategori maka peneliti melakukan pengujian kemungkinan berkembangnya suatu hipotesa dan mengujinya dengan menggunakan data yang tersedia.
4.     Mencari eksplanasi alternatif data, Proses berikutnya ialah peneliti memberikan keterangan yang masuk akal data yang ada dan peneliti harus mampu menerangkan data tersebut didasarkan pada hubungan logika makna yang terkandung dalam data tersebut.
5.     Menulis laporan, Penulisan laporan merupakan bagian analisa kualitatif yang tidak terpisahkan. Dalam laporan ini peneliti harus mampu menuliskan kata, frasa, dan kalimat serta pengertian secara tepat yang akan digunakan untuk mendeskripsikan data dan hasil analisanya.


Selasa, 18 Oktober 2016

HAKIKAT, FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN




HAKIKAT, FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN
Oleh
Hussam Dueramae

A.   Hakikat   
Research berasal dari kata Prancis (kuno) recervier atau recherche yang merupakan penggabungan dari “re” + “cerchier” atau “searcher”; yang berarti mencari atau menemukan atau to travel through or survey. Term ini mulai digunakan sejak 1577. Lambat laun arti istilah research/penelitian mengalami penyempurnaan. Meurut shuttleworth (2008), research dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan pemgumpulan data, informasi dan fakta untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berfikir reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat pendidikan. Dan secara sederhana dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, objective, dan logis dengan mengendalikan atau tanpa mengendalikan berbagai aspek/variable yang terdapat dalam fenomena, kejadian, maupun fakta yang diteliti untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang akan diselidiki. Setiap tipe penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif akan selalu mengikuti prosedur dan langkah penyelidikan ilmiah yang tidak terbebas dari teori, dan dapat diwujudkan sebagai bentuk: (1) kajian teori dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan (theory-before-research model); atau (2) penelitian dilaksanakan sebelum teori dapat dikembangkan (research-before-research model). Dan dapat diurutkan manjadi, Ide, Teori, Rancangan, Pengmpulan Data, Analisi, Penemuan. Atau Ide, Rancangan, Pengumpulan Data, Analisis, Penemuan, Teori. Teori telah ada sebelum penelitain dilaksanakan atau penelitain sebelum teori ditemukan.
            Beberapa ciri khas penelitian ilmiah sebagai berikut: Penelitian mulai dengan suatu pertanyaan dalam pikiran peneliti, Peneliti selalu diarahkan untuk memecahkan suatu masalah atau kesulitan, sistematik, terkrndali/terkontrol, logis dan rasioanal, berdasarkan pada pengalaman yang dapat diobservasi atau bukti-bukti empiris, rencana yang jelas, originalitas, dapat direplikasi (Replicable), deskripsi yang jelas dan tepat, keahlian, teliti, hati-hati, dan serius, merupakan suatu sirkel (cycle).
B.   Fungsi
            Secara umum fungsi penelitian, yaitu: (1) mendiskripsikan, memberikan data atau informasi, (2) menerapkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, (3) meramalkan, mengistimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, (4) mengendalikan peristiwa maupung gejala-gejala yang terjadi, (5) menyusun teori, dari kelima fungsi tersebut menuntut jenis dan kualitas penelitian yang berbeda. Namun tidak pula berarti bahwa satu penelitian hanya boleh utuk satu fungsi saja. Dalam batas tertentu akan terjadi penggabungan beberapa fungsi dalam satu penelitian. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penelitian yang telah ditetapkan peneliti akan menemukan arah, rancangan, dan prosedur penelitian yang akan dilakukannya.
C.     Proses
Proses itu merupakan serangkaian kegiatan yang ditempuh peneliti menurut prosedur dan proses yang benar serta akurat, sehingga hasil yang didapat diyakini benar, dapat dipercaya, dan berdaya guna serta diakui oleh masyarakat ilmiah. Nachmias dan Nachmias (1981) menyatakan bahwa proses penelitian itu dimulai dari masalah dan diakhiri dengan generalisasi. Dan ada beberapa model penelitian yang dikemukakan oleh para ahli, dan salah satunya, Tuckman yang berpendapat langkah-langkah dalam proses penelitian kuantitaif : identifikasi masalah, penyusunan hipotesis, penyusunan defenisi operational, penentuan variable control dan yang di-“manipulasi”, penyusunan rancangan penelitian, identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi dan pengukuran, penyusunan kuesioner dan rancangan interviu, menentukan teknik analisis atau analisis yang dipakai, penulisan laporan. Para peneliti yang berorientasi dengan penelitian kuantitatif, menekankan betapa pentingnya hipotesis atau pertanyaan penelitian dalam suatu penelitian, karena akan menentukan langkah kerja selanjutnya dalam menentukan sampel, memilih jenis/tipe instrumen serta teknik analisis yang dipakai. Adapun penelitian kualitatif, menganggap hipotesis tidak begitu perlukan, sebab peneliti akan berfungsi sebagai instumen penelitian dalam interaksi dan relasinya dengan informasi pada saat mengumpulkan data kualitatif, berdasarkan latar alami, dan selalu terkait dalam konteknya. Dalam penelitian kualitatif analisis dan penarikan kesimpulan telah dimulai sejak awal pengumpulan data, sedangkan landasan teori dan kerangka kerja berpikir kurang ditampilkan secara eksplisit, dalam arti peneliti tidak dibenarkan “menggiring” informan dalam pengumpulan data berdasarkan teori yang telah dimiliki peneliti sehubungan dengan fokus yang ditelitinya, dan jangan sekali-kali peneliti memanipulasi situasi sosial menurut kehendaknya, walaupun peneliti adalah instrument utama dalam penelitian kuliatatif.


Oleh
Hussam Dueramae

A.   Hakikat   
Research berasal dari kata Prancis (kuno) recervier atau recherche yang merupakan penggabungan dari “re” + “cerchier” atau “searcher”; yang berarti mencari atau menemukan atau to travel through or survey. Term ini mulai digunakan sejak 1577. Lambat laun arti istilah research/penelitian mengalami penyempurnaan. Meurut shuttleworth (2008), research dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan pemgumpulan data, informasi dan fakta untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berfikir reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat pendidikan. Dan secara sederhana dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, objective, dan logis dengan mengendalikan atau tanpa mengendalikan berbagai aspek/variable yang terdapat dalam fenomena, kejadian, maupun fakta yang diteliti untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang akan diselidiki. Setiap tipe penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif akan selalu mengikuti prosedur dan langkah penyelidikan ilmiah yang tidak terbebas dari teori, dan dapat diwujudkan sebagai bentuk: (1) kajian teori dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan (theory-before-research model); atau (2) penelitian dilaksanakan sebelum teori dapat dikembangkan (research-before-research model). Dan dapat diurutkan manjadi, Ide, Teori, Rancangan, Pengmpulan Data, Analisi, Penemuan. Atau Ide, Rancangan, Pengumpulan Data, Analisis, Penemuan, Teori. Teori telah ada sebelum penelitain dilaksanakan atau penelitain sebelum teori ditemukan.
            Beberapa ciri khas penelitian ilmiah sebagai berikut: Penelitian mulai dengan suatu pertanyaan dalam pikiran peneliti, Peneliti selalu diarahkan untuk memecahkan suatu masalah atau kesulitan, sistematik, terkrndali/terkontrol, logis dan rasioanal, berdasarkan pada pengalaman yang dapat diobservasi atau bukti-bukti empiris, rencana yang jelas, originalitas, dapat direplikasi (Replicable), deskripsi yang jelas dan tepat, keahlian, teliti, hati-hati, dan serius, merupakan suatu sirkel (cycle).
B.   Fungsi
            Secara umum fungsi penelitian, yaitu: (1) mendiskripsikan, memberikan data atau informasi, (2) menerapkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, (3) meramalkan, mengistimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, (4) mengendalikan peristiwa maupung gejala-gejala yang terjadi, (5) menyusun teori, dari kelima fungsi tersebut menuntut jenis dan kualitas penelitian yang berbeda. Namun tidak pula berarti bahwa satu penelitian hanya boleh utuk satu fungsi saja. Dalam batas tertentu akan terjadi penggabungan beberapa fungsi dalam satu penelitian. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penelitian yang telah ditetapkan peneliti akan menemukan arah, rancangan, dan prosedur penelitian yang akan dilakukannya.
C.     Proses
Proses itu merupakan serangkaian kegiatan yang ditempuh peneliti menurut prosedur dan proses yang benar serta akurat, sehingga hasil yang didapat diyakini benar, dapat dipercaya, dan berdaya guna serta diakui oleh masyarakat ilmiah. Nachmias dan Nachmias (1981) menyatakan bahwa proses penelitian itu dimulai dari masalah dan diakhiri dengan generalisasi. Dan ada beberapa model penelitian yang dikemukakan oleh para ahli, dan salah satunya, Tuckman yang berpendapat langkah-langkah dalam proses penelitian kuantitaif : identifikasi masalah, penyusunan hipotesis, penyusunan defenisi operational, penentuan variable control dan yang di-“manipulasi”, penyusunan rancangan penelitian, identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi dan pengukuran, penyusunan kuesioner dan rancangan interviu, menentukan teknik analisis atau analisis yang dipakai, penulisan laporan. Para peneliti yang berorientasi dengan penelitian kuantitatif, menekankan betapa pentingnya hipotesis atau pertanyaan penelitian dalam suatu penelitian, karena akan menentukan langkah kerja selanjutnya dalam menentukan sampel, memilih jenis/tipe instrumen serta teknik analisis yang dipakai. Adapun penelitian kualitatif, menganggap hipotesis tidak begitu perlukan, sebab peneliti akan berfungsi sebagai instumen penelitian dalam interaksi dan relasinya dengan informasi pada saat mengumpulkan data kualitatif, berdasarkan latar alami, dan selalu terkait dalam konteknya. Dalam penelitian kualitatif analisis dan penarikan kesimpulan telah dimulai sejak awal pengumpulan data, sedangkan landasan teori dan kerangka kerja berpikir kurang ditampilkan secara eksplisit, dalam arti peneliti tidak dibenarkan “menggiring” informan dalam pengumpulan data berdasarkan teori yang telah dimiliki peneliti sehubungan dengan fokus yang ditelitinya, dan jangan sekali-kali peneliti memanipulasi situasi sosial menurut kehendaknya, walaupun peneliti adalah instrument utama dalam penelitian kuliatatif.
 

Sample text

Sample Text

Sample Text