Rabu, 05 Oktober 2016

MANUSIA, ILMU, DAN KEBENARAN

RINGKASAN MATERI 
Afif Zuhdy Idham

             Dalam bab ini menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk yang sempurna namun terbatas, Manusia di dalam mencari kebenaran, hasrat ingin tahu, Manusia dan masalahnya, cara berfikir deduktif dan induktif, serta cara berfikir keilmuan.
            Sub bab yang pertama, yakni tentang Manusia makhluk sempurna yang selalu berfikir, merasa, mencipta dan berkarya, dan sebagai makhluk yang berfikir, makhluk rasional, dan makhluk intelijen, namun terbatas, kemampuan manusia dalam menghadapi masalah dan terdapat pada dirinya sangat dipengaruhi oleh tingkatan, kemampuan, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sebagagai makhluk ciptaan tuhan manusia memiliki batasan, jangkauan panca indra, tapi pada prinsipnya manusia bisa menciptakan dari yang “tidak ada” menjadi “ada”. Keterbatasan dan kekurangan yang dimilikinya itu sendiri yang membuatnya sempurna sebagai Manusia. Sesuatu dikatakan benar dalam keilmuan apabila hasil pencaritahuan itu: konsisten dengan apa atau sesuatu yang dianggap benar pada waktu itu dan pada masa lampau, berkoresponden dengan kenyataan di dalam masyarakat. Manusia dalam keseharian selalu igin tahu apa sebenarnya, maka dari itu dia menyelidiki, menemukan, memecahkan masalah, hal ini ditopang oleh kondisi psikologisnya yang dimiliki seseorang mencakup antara lain: bakat, sifat, kemampuan, minat, motivasi, semangat bersaing dll. Hasrat ingin tahu manusia yang mencoba mencari tahu hal-hal yang masih bersifat samar-samar, sesuatu yang masih gelap, dan sesuatu yang masih terselubung menjadi trasnparant dan bermakna.
            Ilmu dapat diperoleh melalui pengalaman langsung, melalui semedi atau mengasingkan diri, diturungkan dari keluarga dan dapat diperoleh dengan pendidikan formal. Ada dua pendekatan dalam mancari kebenaran, yakni: pendekatan ilmiah dan pendekatan non ilmiah, pendekatan ini tidak menggunakan seperangkat aturan tertentu yang logis dan sistematis, sedangkan pendekatan ilmiah merupakan suatu proses dengan menggunakan langkah-langkah tertentu secara sistematis, teratur, dan terkontrol terhadap variable yang ingin diketahui.
            Pada sub bab selanjutnya dibahas tentang cara berfikir deduktif yang dimulai dengan teori dan diakhiri dengan fenomena atau hal yang khusus. Berfikir deduktif seseoarang/pemikir bertolak dari pernyataan yang bersifat umum da kemudian menaraik kesimpulan yang berifat khusus. Cara induktif yang dimulai dengan penalaran yang mempunyai ciri khas yang terbatas ruang lingkupnya dan kemudian ditarik konklusi secara umum, pernyataan khusus yang dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan hanya terbatas pada pernyataan khusus itu dibuat, tetapi belum tentu untuk masa datang. Dan cara berfikir keilmuan itulah penggabungan antara kedua cara deduktif dan induktif yang merupakan suatu kesatuan dalam mencari atau menemukan kebenaran, tujuan utama dari ilmu itu sendiri yakni untuk mengerti, menerangkan dan meramalkan.



















1 komentar:

 

Sample text

Sample Text

Sample Text