Oleh AFIF ZUHDY IDHAM
Mengapa bisa terjadi aneka jenis penelitian, jawabnya
bisa terkait dengan perbedaan obyek yang diteliti, data yang diperoleh dalam
wujud angka atau kata-kata, sumber data utamanya dalam bentuk bahan dokumen
atau realitas kehidupan nyata, sifat penelitiannya untuk menemukan ulmu dasar
atau penerapan teori bagi kepentingan tertentu. Bagaimana agar pembaca kita
semua memiliki pemahaman yang jelas tentang masing-masing jenis penelitian,
sekaligus dapat membedakan satu dari yang lain. Dengan berpijak pada criteria
dan tujuan seperti itu, maka dapat dikemukakan aneka jenis penelitian sebagai
berikut :
A.
Penelitian Kuantitatif
dan Kualitatif
Suatu penelitian termasuk kuantitatif atau kualitatif,
antara lain terlihat dari sejumlah indikator tersebut, judul penelitian kuantitatif
di bidang pendidikan, biasanya mengguanakan dua variable atau lebih. Karena
hendak mengukur sejauh mana ada atau tidak adanya Pengaruh, maka diperlukan
jenis data lapangan dalam wujud kumpulan angka supaya bisa dihitung secara
pasti. Sedangkan judul penelitian kualitatif cenderung menggambarkan variable
tunggal, data empiris yang dikumpulkan lebih berbentuk kata-kata, bahkan
kutipan langsung pernyataan koresponden atau pemahamannya tentang sesuatu, dan
terkadang mengandung nuansa perasaan, sikap, cita-cita dan lain sebagainya,
sehingga sulit diangkakan.
B.
Penelitian Kepustakaan
dan Lapangan
Disini dapat dilihat bahwa pengelompokan kedua jenis
penelitian tersebut berdasarkan pada tempat atau sumber data di mana aktifitas
penelitian di laksanakan. Ciri khas penelitian kepustakaan, sumber data atau
sasaran yang diteliti berupa kumpulan dokumen dalam wujud bahan tertulis atau
lainnya seperti kitab suci, buku, majalah, jurnal, surat kabar, filem, video,
dan aneka informasi yang bersumber dari internet. Adapun penelitian lapangan,
objek atau sasarannya yang diteliti adalah institusi pendidikan seperti
pesantren, madrasah, sekolah dan perguruan tinggi. Sumber datanya antara lain
bangunan gedung, system pendidikan, kurikulum, guru atau dosen, siswa atau
mahasiswa aktifitas belajar, sarana dan prasarana, dan sebagainya.
C.
Penelitian Ilmu Murni dan
Ilmu Terapan
Penelitian ilmu murni (pure research) yakni ketika aktifitas penelitian secara khusus dan
semata diarahkan untuk mendapatkan dan memperluas ilmu demi kepentingan ilmu
itu sendiri, tanpa mengaitkan dan mengarahkan manfatnya guna mencapai keperluan
praktis dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya dengan jenis penelitian ilmu
terapan (applied research) bentuk
aktifitas penelitian ini terkait atau sengaja dimaksudkan untuk mencapai
kegunaan riel, misalnya dalam rangka memperbaiki kehidupan masyarakat atau
pengembangan pendidikan pada sekolah di Indonesia.
D.
Penelitian Deskrptif,
Korelatif, dan Komparatif
Descriptive artinya menggambarkan. Korelatif, dari correlation, berarti penelitian dan
hubungan, atau dari kata correlate
artinya menghubungkan, mempertautkan dan menyambung (dua hal atau lebih yang
satu sama lain ada keterkaitannya). Adapun komparatif, berasal dari kata sifat comparative, maka artinya perbandingan.
Dengan demikian penelitian deskriptif adalah
jenis penelitian yang berusaha menggambarkan apa yang kenyataannya ada atau
terjadi pada obyek yang diteliti. Penelitian korelatif, adalah jenis penelitian yang dirancang untuk menguji
hubungan antara dua variable atau lebih sebagaimana tersurat dalam judul
penelitian dan realitas objek yang diteliti. Adapun penelitian komparatif, adalah jenis penelitian yang
bertujuan untuk membandingkan dua hal atau lebih, dengan fokus mencari dan menjelaskan
segi persamaan serta perbedaannya.
E.
Penelitian Kasus dan
Penelitian Survei
Penelitian kasus,
biasanya mengambil fokus pencermatan yang sifatnya terbatas (sempit atau kecil)
tetapi menyangkut persoalan secara utuh atau menyeluruh, sebaiknya penelitian survei cenderung berobyekkan sesuatu
dalam wilayah cukuo atau bahkan sangat luas tetapi hanya menyangkut persoalan
tertentu yang spesifik dan menjadi titik perhatianya.
F.
Penelitian Historis dan
Penelitian Sosiologis
Penelitian Sejarah (historis)
maksudnya adalah bahwa penelitian yang merupakan salah satu jenis penyelidikan
ilmiah, dalam wujud aktifitas pengumpulan dan analisis data secara sistematis
berkaitan dengan peristiwa masa lalu, untuk menguji hipotesis yang berhubungan
dengan realitas kejadian saai itu, latar belakangnya, faktor penyebab, dan
implikasi selanjutnya terhadap kehidupan masyarakat, baik di masa kini maupun
kemungkinan yang terjadi pada masa yang akan datang, lain juga dengan
penelitian sosiologis mengarah pada usaha memahami realitas kehidupan
masyarakat di masa sekarang dan penelitian ini adalah jenis penyelidikan ilmiah
yang berusaha mengumpulkan berbagai fakta tentang kehidupan di masyarakat,
untuk dianalisis dan dilakukan interpretasi sedemikian rupa, dengan maksud agar
semaksimal mungkin dapat memahami hal ihwal secara logis dan sistematis.
G.
Penelitian Eksplorasi,
Ekspansi dan Evaluasi
Penelitian eksplorasi, adalah jenis penyelidikan
keilmuan yang spesifikasi kegiatannya berupa penjelajahan awal terhadap medan
yang diteliti, dalam arti baru pertama kali dilakukan penelitian mengenai tema
atau persoalan tersebut, dengan tujuan untuk memetakan masalah dan mengumpulkan
informasi pendahuluan guna berbagai kepentingan lebih lanjut, sedangkan
ekplanasi atau explanation mengandung
arti keterangan atau penjelasan yang arti istilahnya adalah jenis penelitian
yang arah kegiatannya untuk menjelaskan apa, mengapa dan sejauh mana suatu
gejala (variable) dapat mempengaruhi
terjadinya peristiwa atau kenyataan tertentu di tengah kehidupan, termasuk dalam
bidang pendidikan, jenis berikutnya adalah penelitian (evaluation) atau evaluasi yang secara bahasa berarti penilaian
atau penaksiran, dan menurut istilahnya adalah penyelidikan ilmiah dalama wujud
proses penela’ahan terkendali melalui pengujian dan analisis logis terhadap
bukti-bukti empiris tentang pelaksanaan suatu program atau kegiatan yang telah
selesai dilakukan.
H.
Penelitian Eksperimen,
Tindakan, dan Pengembangan
Ekperimen dari segi
bahasa adalah percobaan, penelitian ini bermaksud untuk penggunaan metode
secara sistematis dan dirancang rapi, untuk mencari jawab atas pertanyaan
tentang sesuatu di bidang keilmuan, dengan jalan menciptakan kondisi atau
mengatur situasi sedemikian rupa, di mana efek atau Pengaruh suatu unsur (variabel) terhadap unsur lain dapat
diawasi secara ketat, sehingga menjamin kepastian mengenai ada atau tidak ada
dan sejauh mana efek atau pengaruh tersebut memang benar-benar terjadi. Dan action research merupakan gabungan dari
kegiatan ilmiah dan sekaligus alamiah. Maksudnya, sebuah aktifitas
berencana dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan yang pelaksanannya berada
di tengah kegiatan pendidikan. Dan research
and development (R & D) yaitu
jenis penelitian yang spesifikasi kerjanya untuk menghasilkan produk tertentu dan
menguji efektifitas pemnafaatannya di tengah kehidupan, penelitian pengembangan
merupakan salah satu puncak dari pendayagunaan metodologi keilmuan bagi
kepentingan dan rekayasa untuk mencapai kemajuan hidup manusia, antara lain
melalui inovasi aneka produk teknologi yang tidak pernah berhenti, sehingga
keadaannya menjadi seperti yang terlihat dan terasakan sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar