Selasa, 15 November 2016

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Oleh: HussamDueramae
Nim: 80100316031
A.    Karakteristik Penelitian Kuantitatif
Pendekatan  kuantitatif memandang tingkah  laku manusia dapat diramal dan  realitas social; objetif dan  dapat diukur.  Oleh karena  itu, penggunaan penelitian kuantitatif dengan instrument yang valid dan reliable serta analisis statistic yang sesuai dan tepat  menyebabkan hasil penelitian yang dicapai tidak menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya. Hal itu ditopang  oleh pemilihan masalah, identifikasi masalah pembatasan dan perumusan masalah yang akurat, serta dibarengi dengan penetapan populasi dan sampel yang benar.
B.    Jenis-jenis Penelitian Kuantitatif
1.     Penelitian Eksploratif
Penelitian eksploratif merupakan studi penjajakan, terutama sekali dalam pemantapan konsep yang akan digunakan dalam ruang lingkup penelitian yang lebih luas dengan jangkauan konseptual yang lebih besar.
2.     Penelitian Deskriptif kuantitatif
Berapa denganpenelitian eksploratif, penelitian deskriptif kuantitatif mencoba memberikan gambaran keadaan masa sekarang secara mendalam, sedangkan penelitian historis hanya tertuju untuk masa lampa Adapon penelitian eksploratif  merupakan studi  pendahuluan yang dapat digunakan sebagai informasi untuk penelitian deskriptif.
3.     Penelitian Korelasinal
Berapa dengan penelitian eksporatif atau deskriptif; penelitian korelasional merupakan  suatu  tipe penelitian  yang  melihat  hubungan antara satu atau beberapa ubahn dengan satu atau beberapa ubahan yang lain. Penelitian korelasional kadangkadang di  sebut  juga denagn “associational research”. Dalam associational research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang dipelajari tanpa mencoba memengaruhi ubahan-ubahan tersebut.
4.     Penelitian Kausal Komparatif
Tipe penelitian  ini seperti  juga tipe  penelitian  yang lain bersifat expost-facto. Ini berarti  bahwa data  dikumpulkan setelah semua fenomena/kejadian  yang  diteliti berlangsung,  atau  tentang  hal-hal  yang telah terjadi sehingga tidak ada yang dikontrol.
5.     Penelitian Tindakan (Action Research)
Beebeda dengan penelitian kausal komparatif yang mencoba menentukan penyebab (cause) atau konsekuen (consequences) yang telah ada (already exist) di antara dua kelompok atau lebih, penelitian tindakan mencoba mengembangkan keterampilan baru, pendekatan baru, atau informasi  yang  berguna  bagi  penelitian dan  sekelompak  orang  yang menjadi taeget group penelitian.
6.     Penelitian Eksperriman
Penelitian eksperimen merupakan satu-satunya tipe penelitian yang lebih akurat/teliti dibandingkan dengan tipe penelitian yang lain, dalam menentukan relasi hubungan sebab akibat.

VARIABEL PENELITIAN

A. Penelitian Variabel
Seperti telah disinggung pada uraian terdahulu, masalah merupakan titik pangkal suatu penelitian. Batasan dan perincian yang memadai dan terpaut rapat dengan kemampuan peneliti  akan mewujudkan  pemilihan  variable yang benar, dapat diukur (measured) dan/atau dimanipulasi. Variable pada hakikinya merupakan  konsep  yang  mempunyai  satu   nilai  disebut   dengan  “constant”. Kerlinger (1973) mennyatakan: “variable is a symbol to which numerals or values are assigned,”  sedangkan  bohnstedts  (1982)  menyatakan  pula  bahwa  variable adalah karateristik dari orang, objek, atau kejadian yang berbeda dalam nilai-nilai yang dijumpai pada orang, objek, atau kejadian itu.

HIPOTESIS

A.    Apakah yang dimaksud dengan hispotesis?
Apabila ditinjau  secara etimologi,  hipotesis  adalah perpaduan dua kata, hypo dan thesis. Hypo berarti kurang dari; thesis adalah pendapat atau tesis. Oleh karena itu, secara harfiah hipotesis dapat diartikan sebagai sesuatu pernyataan yang belum merupakan suatu tesis; suatu kesimpulan sementara; suatu pendapat   yang  belum final,  karena  masih   harus  dibuktikan   kebenarannya. Hipotesis adalah suatu dugaan sementara, suatu tesis sementara yang harus dibuktikan kebenarannya melalui penyelidikan ilmiah
B.    Kriteria penyusunan hispotesis
Hipotesis yang benar akan memberikan arah yang tepat dalam penelitian, sebaliknya penyusunan hipotesis yang tidak benar dapat menimbulkan “bias” pada hasil  penelitian.  Ada dua kesalahan yang sering ditemukan  dalam pembuktian suatu hipotesis dalam penelitian, yaitu:
a.        Kesalahan tipe pertama (type one error) adalah terterima hipotesis yang
sebenarnya harus ditolak; sedangkan
b.       Kesalahan tipe  dua (tupe  two  error) adalah menolak hipotesis  yang
seharusnya diterima.
C.    Jenis hispotesis
Dalam berbagai  literature   ilmiah  tentang   penelitian,  demikian  dalam laporan penelitian,   sering  dijumpai  aneka  ragam  perumusan  hipotesis  yang
disajikan  oleh  para  penulis  dan  peneliti.  Sebagai  contoh  bagi  para  pembaca, berikut ini disajikan beberapa hipotesis:
1.     Jika  tingkat  social  ekonomi  masyarakat  bertambah  baik,  maka  tingkatmortalitas akan bertambah rendah.
2.     Jika kualitas guru bertambah baik, maka prestasi belajar siswa bertambah tinggi.
3.     Jika lingkungan tidak bersih, maka wabah penyakit bertambah banyak.
POPULASI DAN SAMPEL

Populasi akan memberikan gambaran yang tepat tentang berbagai kejadian, namun   jumlah   yang   besar,   daerah   yang   luas,  variasi   yang   banyak;   akan membutuhan biaya banyak dan waktu yang lama. Di samping itu, populasi yang banyak dan luas dapat pula menimbulkan berbagai kesalahan (errors) pada saat pengumpulan data karena keletihan dan kelelahan. Di samping itu, kalau ditilik dari sifat populasi, dan risiko yang ditimbulkan populasi tertentu,  peneliti lebih baik mengumpulkan data dari sampel dari populasi. Suatu hal yang esensial dan perlu mendapat perhatian peneliti yaitu dengan menggunakan sampel, temuan penelitian tidaklah menyimpang dari hasil yang sebenarnya.
Populasi dan sampel dalam suatu  penelitian  mempunyai peranan sentral dan menentukan.  Kedua  istilah  itu  merupakan suatu  konsep  yang  mempunyai karakteristik  dan  sifat-sifat  tertentu.  Populasi  merupakan  keseluruhan  atribut; dapat  berupa  manusia,  objek,  atau  kejadian  yang  menjadi  focus  penelitian.
sedangkan,  sampel  adalah  sebagian  dari  objek,  manusia,  atau  kejadian
yang mewakili populasi.
Secara sederhana sampel dapat dikasifikasikan dalam dua bentuk, yaitu: a.   Sampel randon atau probability.
b.   Sampel non random atau non probability
Ke dalam kelompok sampel random, termasuk beberapa cara pengambilan sampel, seperti:
a.     Simple random sampling.
b.     Systematic random sampling.
c.     Cluster atau area random sampling. d.   Stratified random sampling.

e.   Proportional random sampling. f. Multistage random sampling.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text