Oleh: HussamDueramae
Nim: 80100316031
A. Karakteristik
Penelitian Kuantitatif
Pendekatan kuantitatif memandang tingkah laku manusia dapat diramal dan realitas social; objetif dan dapat diukur.
Oleh karena itu, penggunaan
penelitian kuantitatif dengan instrument yang valid dan reliable serta analisis
statistic yang sesuai dan tepat
menyebabkan hasil penelitian yang dicapai tidak menyimpang dari kondisi
yang sesungguhnya. Hal itu ditopang oleh
pemilihan masalah, identifikasi masalah pembatasan dan perumusan masalah yang
akurat, serta dibarengi dengan penetapan populasi dan sampel yang benar.
B. Jenis-jenis
Penelitian Kuantitatif
1. Penelitian
Eksploratif
Penelitian eksploratif merupakan studi penjajakan, terutama sekali dalam
pemantapan konsep yang akan digunakan dalam ruang lingkup penelitian yang lebih
luas dengan jangkauan konseptual yang lebih besar.
2. Penelitian
Deskriptif kuantitatif
Berapa
denganpenelitian eksploratif, penelitian deskriptif kuantitatif mencoba
memberikan gambaran keadaan masa sekarang secara mendalam, sedangkan penelitian
historis hanya tertuju untuk masa lampa Adapon penelitian eksploratif merupakan studi pendahuluan yang dapat digunakan sebagai
informasi untuk penelitian deskriptif.
3. Penelitian
Korelasinal
Berapa
dengan penelitian eksporatif atau deskriptif; penelitian korelasional
merupakan suatu tipe penelitian yang
melihat hubungan antara satu atau
beberapa ubahn dengan satu atau beberapa ubahan yang lain. Penelitian
korelasional kadangkadang di sebut juga denagn “associational research”. Dalam
associational research, relasi hubungan di antara dua atau lebih ubahan yang
dipelajari tanpa mencoba memengaruhi ubahan-ubahan tersebut.
4. Penelitian
Kausal Komparatif
Tipe
penelitian ini seperti juga tipe
penelitian yang lain bersifat
expost-facto. Ini berarti bahwa
data dikumpulkan setelah semua
fenomena/kejadian yang diteliti berlangsung, atau
tentang hal-hal yang telah terjadi sehingga tidak ada yang
dikontrol.
5. Penelitian
Tindakan (Action Research)
Beebeda
dengan penelitian kausal komparatif yang mencoba menentukan penyebab (cause)
atau konsekuen (consequences) yang telah ada (already exist) di antara dua
kelompok atau lebih, penelitian tindakan mencoba mengembangkan keterampilan
baru, pendekatan baru, atau informasi
yang berguna bagi
penelitian dan sekelompak orang
yang menjadi taeget group penelitian.
6. Penelitian
Eksperriman
Penelitian eksperimen merupakan
satu-satunya tipe penelitian yang lebih akurat/teliti dibandingkan dengan tipe
penelitian yang lain, dalam menentukan relasi hubungan sebab akibat.
VARIABEL PENELITIAN
A. Penelitian Variabel
Seperti telah
disinggung pada uraian terdahulu, masalah merupakan titik pangkal suatu
penelitian. Batasan dan perincian yang memadai dan terpaut rapat dengan
kemampuan peneliti akan mewujudkan pemilihan
variable yang benar, dapat diukur (measured) dan/atau dimanipulasi.
Variable pada hakikinya merupakan konsep yang
mempunyai satu nilai
disebut dengan “constant”. Kerlinger (1973) mennyatakan:
“variable is a symbol to which numerals or values are assigned,” sedangkan
bohnstedts (1982) menyatakan
pula bahwa variable adalah karateristik dari orang,
objek, atau kejadian yang berbeda dalam nilai-nilai yang dijumpai pada orang,
objek, atau kejadian itu.
HIPOTESIS
A. Apakah
yang dimaksud dengan hispotesis?
Apabila
ditinjau secara etimologi, hipotesis
adalah perpaduan dua kata, hypo dan thesis. Hypo berarti kurang dari;
thesis adalah pendapat atau tesis. Oleh karena itu, secara harfiah hipotesis
dapat diartikan sebagai sesuatu pernyataan yang belum merupakan suatu tesis;
suatu kesimpulan sementara; suatu pendapat
yang belum final, karena
masih harus dibuktikan
kebenarannya. Hipotesis adalah suatu dugaan sementara, suatu tesis
sementara yang harus dibuktikan kebenarannya melalui penyelidikan ilmiah
B. Kriteria
penyusunan hispotesis
Hipotesis yang benar
akan memberikan arah yang tepat dalam penelitian, sebaliknya penyusunan
hipotesis yang tidak benar dapat menimbulkan “bias” pada hasil penelitian.
Ada dua kesalahan yang sering ditemukan
dalam pembuktian suatu hipotesis dalam penelitian, yaitu:
a.
Kesalahan tipe pertama (type one error) adalah
terterima hipotesis yang
sebenarnya harus ditolak; sedangkan
b. Kesalahan
tipe dua (tupe two
error) adalah menolak hipotesis
yang
seharusnya diterima.
C. Jenis
hispotesis
Dalam berbagai
literature ilmiah tentang
penelitian, demikian dalam laporan penelitian, sering
dijumpai aneka ragam
perumusan hipotesis yang
disajikan oleh para
penulis dan peneliti.
Sebagai contoh bagi
para pembaca, berikut ini
disajikan beberapa hipotesis:
1. Jika tingkat
social ekonomi masyarakat
bertambah baik, maka
tingkatmortalitas akan bertambah rendah.
2. Jika
kualitas guru bertambah baik, maka prestasi belajar siswa bertambah tinggi.
3. Jika
lingkungan tidak bersih, maka wabah penyakit bertambah banyak.
POPULASI DAN SAMPEL
Populasi
akan memberikan gambaran yang tepat tentang berbagai kejadian, namun jumlah
yang besar, daerah
yang luas, variasi
yang banyak; akan membutuhan biaya banyak dan waktu yang
lama. Di samping itu, populasi yang banyak dan luas dapat pula menimbulkan
berbagai kesalahan (errors) pada saat pengumpulan data karena keletihan dan
kelelahan. Di samping itu, kalau ditilik dari sifat populasi, dan risiko yang
ditimbulkan populasi tertentu, peneliti
lebih baik mengumpulkan data dari sampel dari populasi. Suatu hal yang esensial
dan perlu mendapat perhatian peneliti yaitu dengan menggunakan sampel, temuan
penelitian tidaklah menyimpang dari hasil yang sebenarnya.
Populasi
dan sampel dalam suatu penelitian mempunyai peranan sentral dan
menentukan. Kedua istilah
itu merupakan suatu konsep
yang mempunyai karakteristik dan
sifat-sifat tertentu. Populasi
merupakan keseluruhan atribut; dapat berupa
manusia, objek, atau
kejadian yang menjadi
focus penelitian.
sedangkan,
sampel adalah sebagian
dari objek, manusia,
atau kejadian
yang mewakili populasi.
Secara sederhana sampel dapat
dikasifikasikan dalam dua bentuk, yaitu: a.
Sampel randon atau probability.
b. Sampel non
random atau non probability
Ke
dalam kelompok sampel random, termasuk beberapa cara pengambilan sampel,
seperti:
a. Simple
random sampling.
b. Systematic
random sampling.
c. Cluster
atau area random sampling. d.
Stratified random sampling.
e. Proportional
random sampling. f. Multistage random sampling.