A. Pengembangan Instrumen dan Teknik
Pengumpulan data
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi
instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri sehingga peneliti
harus “divalidasi”. Validasi terhadap peneliti, meliputi; pemahaman metode
penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti,
kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian -baik secara akademik maupun
logiknya. Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan
fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan
data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat
kesimpulan atas temuannya.
Peneliti
sebagai instrumen atau alat penelitian karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.
peneliti
sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan
yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian,
2.
peneliti
sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat
mengumpulkan aneka ragam data sekaligus,
3.
tiap
situasi merupakan keseluruhan artinya tidak ada suatu instrumen berupa test
atau angket yng dapat menangkap keseluruhan situasi kecuali manusia,
4.
suatu
situasi yang melibatkan interaksi manusia tidak dapat dipahami dengan pengetahuan
semata dan untuk memahaminya, kita perlu sering merasakannya, menyelaminya
berdasarkan pengetahuan kita,
5.
peneliti
sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat
menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengan segera untuk menentukan arah
pengamatan, untuk mentest hipotesis yang timbul seketika,
6.
hanya
manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang
dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan untuk
memperoleh penegasan, perubahan, perbaikan atau perlakuan.
Pengumpulan data dapat dilakukan
dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari
settingnya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah, misalnya; di
lingkungan tertentu dengan berbagai responden, seminar, diskusi, dll. Bila
dilihat dari sumber datanya, pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer
(sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data) dan sumber
sekunder (sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data,
misalnya; lewat orang lain atau lewat dokumen). Bila dilihat dari cara atau teknik
pengumpulan data, teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan observasi,
wawancara, kuesioner, dokumentasi dan gabungan keempatnya.
Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan
data dilakukan pada kondisi yang alamiah, sumber data primer, dan teknik
pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperanserta dan wawancara
mendalam.
Berikut ini akan diuraikan beberapa
teknik pengumpulan data; yaitu:
1.
Pengumpulan Data dengan Observasi
Macam-Macam
Observasi, Observasi menjadi observasi berpartisipasi, observasi yang secara
terang-terangan, dan observasi tak berstruktur. Selanjutnya Spradley membagi
observasi berpartisipasi menjadi empat, yaitu pasive participation, moderate participation, active participation, dan
complete participation.
Manfaat Observasi observasi adalah, Peneliti
akan lebih mampu memahami konteks data dalam keseluruhan situasi sosial dan
dapat diperoleh pandangan yang holistik atau menyeluruh, peneliti akan
memperoleh pengalaman langsung sehingga memungkinkan menggunakan pendekatan
induktif dan tidak dipengaruhi oleh konsep atau pandangan sebelumnya karena
pendekatan induktif membuka kemungkinan melakukan penemuan, Peneliti dapat
melihat hal-hal yang kurang atau tidak diamati oleh orang lain -khususnya orang
yang berada dalam lingkungan itu- karena telah dianggap “biasa” sehingga tidak
terungkap dalam wawancara, Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak akan
pernah diungkap oleh responden dalam wawancara karena bersifat sensitif, ingin
ditutupi karena dapat merugikan nama lembaga.
2. Pengumpulan
Data dengan Wawancara
Wawancara
adalah pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab
sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu dan dengan
wawancara, peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang
partisipan dalam menginterprestasikan situasi dan fenomena yang terjadi yang
tidak mungkin bisa ditemukan melalui observasi. Penelitian kualitatif sering
menggabungkan teknik observasi partisipatif dengan wawancara mendalam.
3. Pengumpulan
data dengan Kuisoner/Angket
Angket
merupakan satu set pertanyaan yang berurusan dengan satu topik tunggal yang
saling berkaitan, yang harus dijawab oleh subjek. Kuisoner ini digunakan untuk
penyelidikan mengenai suatu masalah yang banyak menyangkut kepentingan umum
(orang banyak), dengan cara mengedarkaan formulir daftar pentanyan, diajukan
secara tertulis kepada subjek untuk mendapatkan jawaban (tanggapan,respons)
tertulis seperlunya.
4.
Pengumpulan data secara dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik
pengumpulan data dengan cara memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber
tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat, dimana responden
bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya Dokumen merupakan
catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar,
atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap
dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif
untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih kredibel/dapat dipercaya.
5. Pengumpulan
data dengan Focus Group Discution (FGD)
Focus
Group Discution (FGD) adalah diskusi kelompok yang terarah pada masalah yang diangkat peneliti. FGD ini bertujuan
untuk berdialog bersama, bertatap muka dengan responden/subjek/informan
peneliti guna menghasilkan informasi langsung dari berbagai sudut pandang. Ada
beberapa hal yang harus diperhatiakan dalam FGD antara lain; (a) jumlah peserta
FGD sekitar 5 hingga 10 orang, (b) peserta FGD harus memiliki sifat yang
homogen dan memiliki karakteristik yang sama atau hampir sama, (c) perlunya
dinamika kelompok, peneliti dapat membagi waktu dengan baik dalam FGD. Untuk
waktu yang tepat melakukan FGD antara lain; (a) jika peneliti membutuhkan
pemahaman yang lebih dari satu sudut pandang, (b) jika terjadi gap komunikasi
antarkelompok, (c) bila peneliti ingin
mengungkapkan suatu fakta secara lebih detail dan lebih kaya, (d) bila peneliti
membutuhkan verifikasi data yang ditemukan di lapangan.
B. Validitas, Reliabilitas, dan Objectivitas
dalam penelitian Kulitatif
Validitas, Validitas menunjukkan kesamaan,
pengertian maupun penggunaan masing-masing peneliti yang berbeda dalam
mengumpulkan data.” Sedangkan batasan validitas merupakan derajat ketepatan
antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat
dilaporkan oleh peneliti.” Jadi dari kedua pendapat itu jelas batasan validitas
adalah berkenaan dengan derajat ketepatan, antara data obyek sebenarnya dengan
data penelitian.
Reliabilitas, Reliabilitas adalah konsistensi skor, dan
stabilitas data dari instrument penelitian atau reliabilitas berkenaan dengan
derajat konsistensi dan stabilitas data atau temuan.”
Obyektivitas, Obyektivitas menunjukkan derajat
kesepakatan antar banyak orang terhadap suatu data.” Maksud dari pengertian ini
didasarkan pada prosentase kebenaran data disampaikan oleh orang banyak.
C. Teknik Analisis data Penelitian Kualitatif
Analisis
data kualitatif terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan
yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Dalam
penelitian kualitatif, prinsip pokok teknik analisanya ialah mengolah dan
menganalisa data-data yang terkumpul menjadi data yang sistematik, teratur,
terstruktur dan mempunyai makna. Prosedur analisa data kualitatif dibagi dalam
5 langkah, yaitu:
1.
Mengorganisasi
data, Cara ini dilakukan dengan membaca berulangkali data yang ada sehingga
peneliti dapat menemukan data yang sesuai dengan penelitiannya dan membuang
data yang tidak sesuai
2.
Membuat
kategori, menentukan tema dan pola, Langkah kedua ialah menentukan kategori
yang merupakan proses cukup rumit karena peneliti harus mampu mengelompokkan
data yang ada ke dalam suatu kategori dengan tema masing-masing sehingga pola
keteraturan data menjadi terlihat secara jelas.
3.
Menguji
hipotesa yang muncul denagan menggunakan data yang ada, Setelah proses
pembuatan kategori maka peneliti melakukan pengujian kemungkinan berkembangnya
suatu hipotesa dan mengujinya dengan menggunakan data yang tersedia.
4.
Mencari
eksplanasi alternatif data, Proses berikutnya ialah peneliti memberikan
keterangan yang masuk akal data yang ada dan peneliti harus mampu menerangkan
data tersebut didasarkan pada hubungan logika makna yang terkandung dalam data
tersebut.
5.
Menulis
laporan, Penulisan laporan merupakan bagian analisa kualitatif yang tidak
terpisahkan. Dalam laporan ini peneliti harus mampu menuliskan kata, frasa, dan
kalimat serta pengertian secara tepat yang akan digunakan untuk mendeskripsikan
data dan hasil analisanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar