HAKIKAT,
FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN
Oleh
Hussam Dueramae
A.
Hakikat
Research berasal dari kata
Prancis (kuno) recervier atau recherche yang merupakan penggabungan
dari “re” + “cerchier” atau “searcher”;
yang berarti mencari atau menemukan atau to
travel through or survey. Term ini mulai digunakan sejak 1577. Lambat laun
arti istilah research/penelitian
mengalami penyempurnaan. Meurut shuttleworth (2008), research dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan
pemgumpulan data, informasi dan fakta untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian
merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari
jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berfikir
reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan
sifat pendidikan. Dan secara sederhana dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud
dengan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara
sistematis, objective, dan logis dengan mengendalikan atau tanpa mengendalikan
berbagai aspek/variable yang terdapat dalam fenomena, kejadian, maupun fakta
yang diteliti untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang akan
diselidiki. Setiap tipe penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau
kuantitatif akan selalu mengikuti prosedur dan langkah penyelidikan ilmiah yang
tidak terbebas dari teori, dan dapat diwujudkan sebagai bentuk: (1) kajian
teori dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan (theory-before-research model); atau (2) penelitian dilaksanakan
sebelum teori dapat dikembangkan (research-before-research
model). Dan dapat diurutkan manjadi, Ide, Teori, Rancangan, Pengmpulan
Data, Analisi, Penemuan. Atau Ide, Rancangan, Pengumpulan Data, Analisis, Penemuan,
Teori. Teori telah ada sebelum penelitain dilaksanakan atau penelitain sebelum
teori ditemukan.
Beberapa
ciri khas penelitian ilmiah sebagai berikut: Penelitian mulai dengan suatu
pertanyaan dalam pikiran peneliti, Peneliti selalu diarahkan untuk memecahkan
suatu masalah atau kesulitan, sistematik, terkrndali/terkontrol, logis dan
rasioanal, berdasarkan pada pengalaman yang dapat diobservasi atau bukti-bukti
empiris, rencana yang jelas, originalitas, dapat direplikasi (Replicable),
deskripsi yang jelas dan tepat, keahlian, teliti, hati-hati, dan serius,
merupakan suatu sirkel (cycle).
B.
Fungsi
Secara umum fungsi penelitian,
yaitu: (1) mendiskripsikan, memberikan data atau informasi, (2) menerapkan data
atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, (3)
meramalkan, mengistimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi
berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, (4) mengendalikan
peristiwa maupung gejala-gejala yang terjadi, (5) menyusun teori, dari kelima
fungsi tersebut menuntut jenis dan kualitas penelitian yang berbeda. Namun
tidak pula berarti bahwa satu penelitian hanya boleh utuk satu fungsi saja.
Dalam batas tertentu akan terjadi penggabungan beberapa fungsi dalam satu
penelitian. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penelitian yang telah ditetapkan
peneliti akan menemukan arah, rancangan, dan prosedur penelitian yang akan
dilakukannya.
C. Proses
Proses itu merupakan serangkaian
kegiatan yang ditempuh peneliti menurut prosedur dan proses yang benar serta
akurat, sehingga hasil yang didapat diyakini benar, dapat dipercaya, dan
berdaya guna serta diakui oleh masyarakat ilmiah. Nachmias dan Nachmias (1981)
menyatakan bahwa proses penelitian itu dimulai dari masalah dan diakhiri dengan
generalisasi. Dan ada beberapa model penelitian yang dikemukakan oleh para
ahli, dan salah satunya, Tuckman yang berpendapat langkah-langkah dalam proses
penelitian kuantitaif : identifikasi masalah, penyusunan hipotesis, penyusunan
defenisi operational, penentuan variable control dan yang di-“manipulasi”,
penyusunan rancangan penelitian, identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi
dan pengukuran, penyusunan kuesioner dan rancangan interviu, menentukan teknik
analisis atau analisis yang dipakai, penulisan laporan. Para peneliti yang
berorientasi dengan penelitian kuantitatif, menekankan betapa pentingnya
hipotesis atau pertanyaan penelitian dalam suatu penelitian, karena akan
menentukan langkah kerja selanjutnya dalam menentukan sampel, memilih
jenis/tipe instrumen serta teknik analisis yang dipakai. Adapun penelitian
kualitatif, menganggap hipotesis tidak begitu perlukan, sebab peneliti akan
berfungsi sebagai instumen penelitian dalam interaksi dan relasinya dengan
informasi pada saat mengumpulkan data kualitatif, berdasarkan latar alami, dan
selalu terkait dalam konteknya. Dalam penelitian kualitatif analisis dan
penarikan kesimpulan telah dimulai sejak awal pengumpulan data, sedangkan
landasan teori dan kerangka kerja berpikir kurang ditampilkan secara eksplisit,
dalam arti peneliti tidak dibenarkan “menggiring” informan dalam pengumpulan
data berdasarkan teori yang telah dimiliki peneliti sehubungan dengan fokus
yang ditelitinya, dan jangan sekali-kali peneliti memanipulasi situasi sosial
menurut kehendaknya, walaupun peneliti adalah instrument utama dalam penelitian
kuliatatif.
Oleh
Hussam Dueramae
A.
Hakikat
Research berasal dari kata
Prancis (kuno) recervier atau recherche yang merupakan penggabungan
dari “re” + “cerchier” atau “searcher”;
yang berarti mencari atau menemukan atau to
travel through or survey. Term ini mulai digunakan sejak 1577. Lambat laun
arti istilah research/penelitian
mengalami penyempurnaan. Meurut shuttleworth (2008), research dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan
pemgumpulan data, informasi dan fakta untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian
merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari
jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berfikir
reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan
sifat pendidikan. Dan secara sederhana dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud
dengan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara
sistematis, objective, dan logis dengan mengendalikan atau tanpa mengendalikan
berbagai aspek/variable yang terdapat dalam fenomena, kejadian, maupun fakta
yang diteliti untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang akan
diselidiki. Setiap tipe penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau
kuantitatif akan selalu mengikuti prosedur dan langkah penyelidikan ilmiah yang
tidak terbebas dari teori, dan dapat diwujudkan sebagai bentuk: (1) kajian
teori dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan (theory-before-research model); atau (2) penelitian dilaksanakan
sebelum teori dapat dikembangkan (research-before-research
model). Dan dapat diurutkan manjadi, Ide, Teori, Rancangan, Pengmpulan
Data, Analisi, Penemuan. Atau Ide, Rancangan, Pengumpulan Data, Analisis, Penemuan,
Teori. Teori telah ada sebelum penelitain dilaksanakan atau penelitain sebelum
teori ditemukan.
Beberapa
ciri khas penelitian ilmiah sebagai berikut: Penelitian mulai dengan suatu
pertanyaan dalam pikiran peneliti, Peneliti selalu diarahkan untuk memecahkan
suatu masalah atau kesulitan, sistematik, terkrndali/terkontrol, logis dan
rasioanal, berdasarkan pada pengalaman yang dapat diobservasi atau bukti-bukti
empiris, rencana yang jelas, originalitas, dapat direplikasi (Replicable),
deskripsi yang jelas dan tepat, keahlian, teliti, hati-hati, dan serius,
merupakan suatu sirkel (cycle).
B.
Fungsi
Secara umum fungsi penelitian,
yaitu: (1) mendiskripsikan, memberikan data atau informasi, (2) menerapkan data
atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, (3)
meramalkan, mengistimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi
berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, (4) mengendalikan
peristiwa maupung gejala-gejala yang terjadi, (5) menyusun teori, dari kelima
fungsi tersebut menuntut jenis dan kualitas penelitian yang berbeda. Namun
tidak pula berarti bahwa satu penelitian hanya boleh utuk satu fungsi saja.
Dalam batas tertentu akan terjadi penggabungan beberapa fungsi dalam satu
penelitian. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penelitian yang telah ditetapkan
peneliti akan menemukan arah, rancangan, dan prosedur penelitian yang akan
dilakukannya.
C. Proses
Proses itu merupakan serangkaian
kegiatan yang ditempuh peneliti menurut prosedur dan proses yang benar serta
akurat, sehingga hasil yang didapat diyakini benar, dapat dipercaya, dan
berdaya guna serta diakui oleh masyarakat ilmiah. Nachmias dan Nachmias (1981)
menyatakan bahwa proses penelitian itu dimulai dari masalah dan diakhiri dengan
generalisasi. Dan ada beberapa model penelitian yang dikemukakan oleh para
ahli, dan salah satunya, Tuckman yang berpendapat langkah-langkah dalam proses
penelitian kuantitaif : identifikasi masalah, penyusunan hipotesis, penyusunan
defenisi operational, penentuan variable control dan yang di-“manipulasi”,
penyusunan rancangan penelitian, identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi
dan pengukuran, penyusunan kuesioner dan rancangan interviu, menentukan teknik
analisis atau analisis yang dipakai, penulisan laporan. Para peneliti yang
berorientasi dengan penelitian kuantitatif, menekankan betapa pentingnya
hipotesis atau pertanyaan penelitian dalam suatu penelitian, karena akan
menentukan langkah kerja selanjutnya dalam menentukan sampel, memilih
jenis/tipe instrumen serta teknik analisis yang dipakai. Adapun penelitian
kualitatif, menganggap hipotesis tidak begitu perlukan, sebab peneliti akan
berfungsi sebagai instumen penelitian dalam interaksi dan relasinya dengan
informasi pada saat mengumpulkan data kualitatif, berdasarkan latar alami, dan
selalu terkait dalam konteknya. Dalam penelitian kualitatif analisis dan
penarikan kesimpulan telah dimulai sejak awal pengumpulan data, sedangkan
landasan teori dan kerangka kerja berpikir kurang ditampilkan secara eksplisit,
dalam arti peneliti tidak dibenarkan “menggiring” informan dalam pengumpulan
data berdasarkan teori yang telah dimiliki peneliti sehubungan dengan fokus
yang ditelitinya, dan jangan sekali-kali peneliti memanipulasi situasi sosial
menurut kehendaknya, walaupun peneliti adalah instrument utama dalam penelitian
kuliatatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar