Selasa, 18 Oktober 2016

HAKIKAT, FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN




HAKIKAT, FUNGSI DAN PROSES PENELITIAN
Oleh
Hussam Dueramae

A.   Hakikat   
Research berasal dari kata Prancis (kuno) recervier atau recherche yang merupakan penggabungan dari “re” + “cerchier” atau “searcher”; yang berarti mencari atau menemukan atau to travel through or survey. Term ini mulai digunakan sejak 1577. Lambat laun arti istilah research/penelitian mengalami penyempurnaan. Meurut shuttleworth (2008), research dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan pemgumpulan data, informasi dan fakta untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berfikir reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat pendidikan. Dan secara sederhana dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, objective, dan logis dengan mengendalikan atau tanpa mengendalikan berbagai aspek/variable yang terdapat dalam fenomena, kejadian, maupun fakta yang diteliti untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang akan diselidiki. Setiap tipe penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif akan selalu mengikuti prosedur dan langkah penyelidikan ilmiah yang tidak terbebas dari teori, dan dapat diwujudkan sebagai bentuk: (1) kajian teori dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan (theory-before-research model); atau (2) penelitian dilaksanakan sebelum teori dapat dikembangkan (research-before-research model). Dan dapat diurutkan manjadi, Ide, Teori, Rancangan, Pengmpulan Data, Analisi, Penemuan. Atau Ide, Rancangan, Pengumpulan Data, Analisis, Penemuan, Teori. Teori telah ada sebelum penelitain dilaksanakan atau penelitain sebelum teori ditemukan.
            Beberapa ciri khas penelitian ilmiah sebagai berikut: Penelitian mulai dengan suatu pertanyaan dalam pikiran peneliti, Peneliti selalu diarahkan untuk memecahkan suatu masalah atau kesulitan, sistematik, terkrndali/terkontrol, logis dan rasioanal, berdasarkan pada pengalaman yang dapat diobservasi atau bukti-bukti empiris, rencana yang jelas, originalitas, dapat direplikasi (Replicable), deskripsi yang jelas dan tepat, keahlian, teliti, hati-hati, dan serius, merupakan suatu sirkel (cycle).
B.   Fungsi
            Secara umum fungsi penelitian, yaitu: (1) mendiskripsikan, memberikan data atau informasi, (2) menerapkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, (3) meramalkan, mengistimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, (4) mengendalikan peristiwa maupung gejala-gejala yang terjadi, (5) menyusun teori, dari kelima fungsi tersebut menuntut jenis dan kualitas penelitian yang berbeda. Namun tidak pula berarti bahwa satu penelitian hanya boleh utuk satu fungsi saja. Dalam batas tertentu akan terjadi penggabungan beberapa fungsi dalam satu penelitian. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penelitian yang telah ditetapkan peneliti akan menemukan arah, rancangan, dan prosedur penelitian yang akan dilakukannya.
C.     Proses
Proses itu merupakan serangkaian kegiatan yang ditempuh peneliti menurut prosedur dan proses yang benar serta akurat, sehingga hasil yang didapat diyakini benar, dapat dipercaya, dan berdaya guna serta diakui oleh masyarakat ilmiah. Nachmias dan Nachmias (1981) menyatakan bahwa proses penelitian itu dimulai dari masalah dan diakhiri dengan generalisasi. Dan ada beberapa model penelitian yang dikemukakan oleh para ahli, dan salah satunya, Tuckman yang berpendapat langkah-langkah dalam proses penelitian kuantitaif : identifikasi masalah, penyusunan hipotesis, penyusunan defenisi operational, penentuan variable control dan yang di-“manipulasi”, penyusunan rancangan penelitian, identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi dan pengukuran, penyusunan kuesioner dan rancangan interviu, menentukan teknik analisis atau analisis yang dipakai, penulisan laporan. Para peneliti yang berorientasi dengan penelitian kuantitatif, menekankan betapa pentingnya hipotesis atau pertanyaan penelitian dalam suatu penelitian, karena akan menentukan langkah kerja selanjutnya dalam menentukan sampel, memilih jenis/tipe instrumen serta teknik analisis yang dipakai. Adapun penelitian kualitatif, menganggap hipotesis tidak begitu perlukan, sebab peneliti akan berfungsi sebagai instumen penelitian dalam interaksi dan relasinya dengan informasi pada saat mengumpulkan data kualitatif, berdasarkan latar alami, dan selalu terkait dalam konteknya. Dalam penelitian kualitatif analisis dan penarikan kesimpulan telah dimulai sejak awal pengumpulan data, sedangkan landasan teori dan kerangka kerja berpikir kurang ditampilkan secara eksplisit, dalam arti peneliti tidak dibenarkan “menggiring” informan dalam pengumpulan data berdasarkan teori yang telah dimiliki peneliti sehubungan dengan fokus yang ditelitinya, dan jangan sekali-kali peneliti memanipulasi situasi sosial menurut kehendaknya, walaupun peneliti adalah instrument utama dalam penelitian kuliatatif.


Oleh
Hussam Dueramae

A.   Hakikat   
Research berasal dari kata Prancis (kuno) recervier atau recherche yang merupakan penggabungan dari “re” + “cerchier” atau “searcher”; yang berarti mencari atau menemukan atau to travel through or survey. Term ini mulai digunakan sejak 1577. Lambat laun arti istilah research/penelitian mengalami penyempurnaan. Meurut shuttleworth (2008), research dalam arti luas dapat diartikan sebagai kegiatan pemgumpulan data, informasi dan fakta untuk kemajuan pengetahuan. Penelitian merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan suatu masalah atau mencari jawaban dari persoalan yang dihadapi secara ilmiah, menggunakan cara berfikir reflektif, berfikir keilmuan dengan prosedur yang sesuai dengan tujuan dan sifat pendidikan. Dan secara sederhana dapat dikemukakan bahwa yang dimaksud dengan penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, objective, dan logis dengan mengendalikan atau tanpa mengendalikan berbagai aspek/variable yang terdapat dalam fenomena, kejadian, maupun fakta yang diteliti untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang akan diselidiki. Setiap tipe penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif atau kuantitatif akan selalu mengikuti prosedur dan langkah penyelidikan ilmiah yang tidak terbebas dari teori, dan dapat diwujudkan sebagai bentuk: (1) kajian teori dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan (theory-before-research model); atau (2) penelitian dilaksanakan sebelum teori dapat dikembangkan (research-before-research model). Dan dapat diurutkan manjadi, Ide, Teori, Rancangan, Pengmpulan Data, Analisi, Penemuan. Atau Ide, Rancangan, Pengumpulan Data, Analisis, Penemuan, Teori. Teori telah ada sebelum penelitain dilaksanakan atau penelitain sebelum teori ditemukan.
            Beberapa ciri khas penelitian ilmiah sebagai berikut: Penelitian mulai dengan suatu pertanyaan dalam pikiran peneliti, Peneliti selalu diarahkan untuk memecahkan suatu masalah atau kesulitan, sistematik, terkrndali/terkontrol, logis dan rasioanal, berdasarkan pada pengalaman yang dapat diobservasi atau bukti-bukti empiris, rencana yang jelas, originalitas, dapat direplikasi (Replicable), deskripsi yang jelas dan tepat, keahlian, teliti, hati-hati, dan serius, merupakan suatu sirkel (cycle).
B.   Fungsi
            Secara umum fungsi penelitian, yaitu: (1) mendiskripsikan, memberikan data atau informasi, (2) menerapkan data atau kondisi atau latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau fenomena, (3) meramalkan, mengistimasi, dan memproyeksi suatu peristiwa yang mungkin terjadi berdasarkan data-data yang telah diketahui dan dikumpulkan, (4) mengendalikan peristiwa maupung gejala-gejala yang terjadi, (5) menyusun teori, dari kelima fungsi tersebut menuntut jenis dan kualitas penelitian yang berbeda. Namun tidak pula berarti bahwa satu penelitian hanya boleh utuk satu fungsi saja. Dalam batas tertentu akan terjadi penggabungan beberapa fungsi dalam satu penelitian. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan penelitian yang telah ditetapkan peneliti akan menemukan arah, rancangan, dan prosedur penelitian yang akan dilakukannya.
C.     Proses
Proses itu merupakan serangkaian kegiatan yang ditempuh peneliti menurut prosedur dan proses yang benar serta akurat, sehingga hasil yang didapat diyakini benar, dapat dipercaya, dan berdaya guna serta diakui oleh masyarakat ilmiah. Nachmias dan Nachmias (1981) menyatakan bahwa proses penelitian itu dimulai dari masalah dan diakhiri dengan generalisasi. Dan ada beberapa model penelitian yang dikemukakan oleh para ahli, dan salah satunya, Tuckman yang berpendapat langkah-langkah dalam proses penelitian kuantitaif : identifikasi masalah, penyusunan hipotesis, penyusunan defenisi operational, penentuan variable control dan yang di-“manipulasi”, penyusunan rancangan penelitian, identifikasi dan penyusunan alat untuk observasi dan pengukuran, penyusunan kuesioner dan rancangan interviu, menentukan teknik analisis atau analisis yang dipakai, penulisan laporan. Para peneliti yang berorientasi dengan penelitian kuantitatif, menekankan betapa pentingnya hipotesis atau pertanyaan penelitian dalam suatu penelitian, karena akan menentukan langkah kerja selanjutnya dalam menentukan sampel, memilih jenis/tipe instrumen serta teknik analisis yang dipakai. Adapun penelitian kualitatif, menganggap hipotesis tidak begitu perlukan, sebab peneliti akan berfungsi sebagai instumen penelitian dalam interaksi dan relasinya dengan informasi pada saat mengumpulkan data kualitatif, berdasarkan latar alami, dan selalu terkait dalam konteknya. Dalam penelitian kualitatif analisis dan penarikan kesimpulan telah dimulai sejak awal pengumpulan data, sedangkan landasan teori dan kerangka kerja berpikir kurang ditampilkan secara eksplisit, dalam arti peneliti tidak dibenarkan “menggiring” informan dalam pengumpulan data berdasarkan teori yang telah dimiliki peneliti sehubungan dengan fokus yang ditelitinya, dan jangan sekali-kali peneliti memanipulasi situasi sosial menurut kehendaknya, walaupun peneliti adalah instrument utama dalam penelitian kuliatatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text