RINGKASAN MATERI
Afif Zuhdy Idham
Dalam
bab ini menjelaskan bahwa manusia sebagai makhluk yang sempurna namun terbatas,
Manusia di dalam mencari kebenaran, hasrat ingin tahu, Manusia dan masalahnya,
cara berfikir deduktif dan induktif, serta cara berfikir keilmuan.
Sub
bab yang pertama, yakni tentang Manusia makhluk sempurna yang selalu berfikir,
merasa, mencipta dan berkarya, dan sebagai makhluk yang berfikir, makhluk
rasional, dan makhluk intelijen, namun terbatas, kemampuan manusia dalam
menghadapi masalah dan terdapat pada dirinya sangat dipengaruhi oleh tingkatan,
kemampuan, ilmu pengetahuan dan keterampilan. Sebagagai makhluk ciptaan tuhan
manusia memiliki batasan, jangkauan panca indra, tapi pada prinsipnya manusia
bisa menciptakan dari yang “tidak ada” menjadi “ada”. Keterbatasan dan
kekurangan yang dimilikinya itu sendiri yang membuatnya sempurna sebagai
Manusia. Sesuatu dikatakan benar dalam keilmuan apabila hasil pencaritahuan
itu: konsisten dengan apa atau sesuatu yang dianggap benar pada waktu itu dan
pada masa lampau, berkoresponden dengan kenyataan di dalam masyarakat. Manusia
dalam keseharian selalu igin tahu apa sebenarnya, maka dari itu dia menyelidiki,
menemukan, memecahkan masalah, hal ini ditopang oleh kondisi psikologisnya yang
dimiliki seseorang mencakup antara lain: bakat, sifat, kemampuan, minat,
motivasi, semangat bersaing dll. Hasrat ingin tahu manusia yang mencoba mencari
tahu hal-hal yang masih bersifat samar-samar, sesuatu yang masih gelap, dan
sesuatu yang masih terselubung menjadi trasnparant dan bermakna.
Ilmu
dapat diperoleh melalui pengalaman langsung, melalui semedi atau mengasingkan
diri, diturungkan dari keluarga dan dapat diperoleh dengan pendidikan formal.
Ada dua pendekatan dalam mancari kebenaran, yakni: pendekatan ilmiah dan
pendekatan non ilmiah, pendekatan ini tidak menggunakan seperangkat aturan
tertentu yang logis dan sistematis, sedangkan pendekatan ilmiah merupakan suatu
proses dengan menggunakan langkah-langkah tertentu secara sistematis, teratur,
dan terkontrol terhadap variable yang ingin diketahui.
Pada sub bab selanjutnya dibahas
tentang cara berfikir deduktif yang dimulai dengan teori dan diakhiri dengan
fenomena atau hal yang khusus. Berfikir deduktif seseoarang/pemikir bertolak
dari pernyataan yang bersifat umum da kemudian menaraik kesimpulan yang berifat
khusus. Cara induktif yang dimulai dengan penalaran yang mempunyai ciri khas
yang terbatas ruang lingkupnya dan kemudian ditarik konklusi secara umum,
pernyataan khusus yang dijadikan dasar untuk mengambil kesimpulan hanya
terbatas pada pernyataan khusus itu dibuat, tetapi belum tentu untuk masa
datang. Dan cara berfikir keilmuan itulah penggabungan antara kedua cara
deduktif dan induktif yang merupakan suatu kesatuan dalam mencari atau
menemukan kebenaran, tujuan utama dari ilmu itu sendiri yakni untuk mengerti,
menerangkan dan meramalkan.
Mana komentarnya...?
BalasHapus